Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Pintar Bekasi

Pesanggrahan Tapak Tilas Ki Tholib memberikan Daftar secara Random ( acak ) tentang Alamat Orang Pintar yang ada di daerah Bekasi berikut daftarnya:

Orang Pintar yang ada di Jati Asih,Dukun pelet Bekasi,Paranormal Bekasi,Dukun di Kranggan,Paranormal Jati Makmur,Ustad di Jatiwaringin,Orang Pintar di Kranggan,Paranormal Jati Warna,Kyai di Lubang Buaya,Paranormal di Jatiwaringin,Paranormal di Pondok Gede,Paranormal Bekasi Timur,Dukun di Narogong,Paranormal Kampung Siluman,Ustad di Jatirahayu,Ustad Al-Hikmah,Dukun Kyai,Mbah Dukun di Kranggan,Dukun daerah Gabus,Orang Pintar di Setu Bekasi,Paranormal Kyai,Orang Pintar di Taman Mini,Dukun di Lubang Buaya,Abah Paranormal di Jatiwaringin,Dukun Cipayung,Orang Pintar di Ceger,Paranormal DDN,Dukun Kali Malang,Ustad di Caringin,Dukun di Ujung Aspal,Paranormal Pondok Rangon,Paranormal Jatiasih,Mbah Dukun di Komsen,Ustad di Pekayon,Orang Pintar di Bekasi,Paranormal Jatibening,Kyai di Tambun,Ustad di Pandawa,dan masih banyak lain nya daftar-daftar dukun/paranormal di Bekasi

Alamat Dukun Pelet dan Paranormal Kang Ipang bukan di Bekasi ,tapi insha Allah bisa membantu juga bagi yang ada di daerah Bekasi di jamin terpercaya dan insha Allah ampuh.
BEKASI | SENI DAN BUDAYA

Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat.

Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini.

alamat orang pintar,orang pintar di bekasi,orang pintar

Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri
SUMBER WIKIPEDIA.COMSulit menetapkan kesenian Kota Bekasi karena warga kota ini adalah percampuran antara budaya Sunda dan budaya Betawi. Berbeda dengan Kabupaten Bekasi yang sebagian besar penduduknya orang Sunda, saat ini kebanyakan warga Kota Bekasi berasal dari Jakarta.

Bahasa Bekasi benar-benar khas apabila diperhatikan, orang asli atau yang sudah lama tinggal di Bekasi akan berbicara dengan bahasa Sunda, atau terkadang hanya logatnya. Dengan membawa keaslian Sunda tersebut, Bekasi yang notabene adalah kota urban, terkena imbas budaya betawi yang begitu mudah masuk dan mempengaruhi nilai-nilai sosial, termasuk bahasa.

Seringkali orang Bekasi dapat dikenali kesundaannya dari logat dan nada yang digunakan. Namun diksi dan kata-kata yang dipilih lebih mengarah ke bahasa Betawi. Sehingga dapat disimpulkan bahasa Bekasi adalah percampuran antara Betawi dan Sunda yang membuat bahasanya lebih menarik dan unik.
Dalam kenyataannya kesenian Kota Bekasi lebih dekat dengan kesenian khas Jakarta. Ini disebabkan budaya Betawi warga Kota Bekasi masih sangat dekat dengan budaya Betawi. Sejak masa Kerajaan Pasundan, beberapa kesenian asli daerah muncul seperti kesenian Tari Topeng dan Kesenian Ujungan.

Tarian Topeng yang biasa dikenal dengan Topeng saja merupakan salah satu jenis kesenian khas Bekasi yang relatif masih ada dan banyak penggemarnya, sama halnya dengan musik gambus. Topeng bekasi ini biasanya dimainkan untuk memeriahkan upacara perkawinan, khitanan dan khaulan akan tetapi bisa juga dimainkan dalam acara-acara resmi seperti menyambut tamu, pentas seni dan kampanye pemilu.

Walaupun dinamakan tarian topeng namun kesenian ini tidak didominasi oleh tarian saja tapi juga menampilkan lawakan atau komedi yang biasanya menyangkut kisah kehidupan masyarakat kecil. Tari topeng biasanya diiringi oleh beberapa alat musik tradisional seperti gendang, rebab, gong, kenong tiga dan kecrek.
Kesenian Ujungan yaitu kesenian dengan memukul betis dan tulang kering, seorang pemain Ujungan langsung meloncat-loncat dengan bergaya lucu. Agar tidak terkena penonton, maka arenanya dipersiapkan terpisah. Sejak tumbuh di jamannya, permainan Ujungan ini sangat digemari warga Kota Bekasi.

Kota Bekasi juga menjadi sumber inspirasi bagi para seniman untuk menuangkan kreasinya, antara lain muncul dalam puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar dan dalam dua novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Kranji-Bekasi Jatuh (1947) serta Di Tepi Kali Bekasi (1951). Karya-karya tersebut lahir pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.

Posting Komentar untuk "Orang Pintar Bekasi"